Mandai atau Dami, Aku suka..

29 Mar 2015

Lahir dan besar bahkan menghabiskan hampir sisa hidup di Balikpapan merupakan anugerah yang diberikan Allah Swt kepadaku. Siapa yang tidak mengenal kota yang dijuluki kota beriman ini. hampir semua orang di indonesia bahkan di dunia, tahu dan mengenal dimana itu balikpapan.

terletak di pesisir pantai kalimantan bagian timur. balikpapan memiliki beragam banyak budaya. dari yang asli hingga budaya pendatang semua campur menjadi satu dan memiliki keunikan tersendiri satu sama lainnya. tidak ada perpecahan yang kerap terjadi seperti di daerah lain. demonstrasi pun jarang terdengar dan hampir sebagian besar penduduknya memilih untuk hanya menikmati apa yang terjadi.

tidak hanya pesona wisata dan keindahan lainnya yang saya janji akan saya ceritakan nanti. dalam hal makanan pun banyak ragam dari daerah lain yang menjadi unggulan di kota balikpapan. sebagai kota yang penduduknya kebanyakan pekerja, makanan adalah hal yang paling dicari disini. tingkat konsumsi yang besar membuat penjaja makanan dan pengusaha restoran bisa dibilang meraup untung yang tidak kecil. maka dari itu, saya berniat untuk menjadikan blog saya ini menjadi blog kuliner hehehe. tapi karena kelabilan seorang lemontea yang kadang nulis kadang tidak itulah sehingga niat tinggal niat saja..

salah satu makanan yang saya kenal dari kecil adalah Mandai. kalo mamah saya bilangnya sih Dami. tapi kalo ada yang gak tau mandai atau dami itu apa, ya sebut saja kulit cempedak goreng lah yaa.. ^_^ *nyummy. Cempedak ini menurut perhitungan saya musimnya ngikutin rambutan dan buah lai deh. soalnya, setiap kali musim buah lai, setelah itu tidak lama kemudian pasti cempedak beredar dimana saja. kalau dulu sewaktu masih ada anak kost yang tinggal di rumah saya, panggil saja namanya bayah. setiap musim cempedak seperti ini, biasanya kami serumah akan serbu ke tempat tinggalnya di sepaku daerah penajam paser utara untuk panen buah cempedaknya. tapi semenjak dia sudah nikah dan memilih untuk pulang kampung, kami tidak pernah melakukan hal itu lagi.

Kulit Cempedak yang sudah diberi bumbu

kegundahan saya hilang. cempedak sudah menyebar di seluruh balikpapan. hahaha.. semakin menjadi mudah untuk mendapatkan buahnya, sekaligus menjadikan kulitnya sebagai makanan favorit saya untuk temannya nasi. ditambah sambal terasi khas buatan papah. kulit cempedak goreng ini menjadi semakin nikmat dan mengalahkan lauk ayam goreng bahkan daging sekalipun. bumbunya yang tidak sulit pun membuat saya mudah belajar untuk mengolahnya sendiri.

bagi yang belum pernah mencoba, bisa saya coba share sedikit untuk bahan dan pengolahannya seperti apa. siapa tahu bisa mencoba untuk mengolah dirumah masing-masing jadi bisa tahu gimana rasanya ya teman.. yuk diambil catatan sama pensil atau pulpennya.

bahan yang disiapkan :
- kulit cempedak yang sudah dibersihkan, potong selebar tiga ruas jari tangan.
- 3 siung bawang putih, dihaluskan ya mbabro..
- garam secukupnya
- penyedap rasa secukupnya (boleh masako, royco, dll) tapi sebisa mungkin jangan pake ya..
- air panas mendidih.

cara pengolahannya :
- kulit cempedak yang sudah dipotong dan dibersihkan lalu dicampur rata dengan garam dan bumbu yang dihaluskan.
- setelah itu tuang air mendidih (harus mendidih yah. supaya bisa tahan lama.) dan dicampur dengan kulit cempedak yang sudah dibumbui tadi.
- masukkan ke toples atau wadah tertutup.
- pastikan semua kulit cempedak dalam keadaan terendam airnya, biar bumbunya menyerap rata.
- jika mau digoreng, remas kulit cempedaknya agar tidak mletup-mletup ketika digoreng.

p.s : kalo mau lebih gurih lagi, celupkan kedalam air garam sebelum digoreng yah.

mandai

nah tutorial singkatnya udah. tinggal pelaksanaannya aja yah mbabro.. dijamin rasanya ngalahkan makanan lain. menurut saya sih enak. tapi kalo menurut mas dan mbabro gak enak ya mohon dimaafkan. namanya kan selera orang beda-beda heheehe..

*gambar diambil dari kasihilmar.com


TAGS


-

Author

Follow Me

Search

Recent Post