Ramadhan yang menyatukan kami

18 Jul 2013

Semenjak menjalani hidup sebagai Wonder woman tiga tahun belakangan ini, sontak saja ramadhan selama tiga tahun ini saya jalani bersama orang tua full di rumah mereka. Tidak seperti ramadhan ketika saya memiliki keluarga sendiri. Hal ini membuat perbedaan yang mencolok ketika harus menjalani hal ini di awal-awal 2010 kemarin. Apalagi, saya yang sejak menikah terbiasa menjalani nya bersama Suami di rumah kami sendiri. Melayani untuk berbuka puasa dan sahurnya adalah rutinitas yang biasa saya jalani. Meski terkadang berbuka puasa di lluar rumah juga intens kami lakukan, entah itu di rumah mertua, rumah mama, acara kantor kami berdua ataupun janji dengan teman-teman untuk berbuka puasa diluar.

Perpisahan yang pertama terjadi karena dia bekerja di lokasi jauh dari balikpapan, atas keputusan bersama akhirnya saya menjalani ramadhan bersama mama papa di dua minggu pertama, dan bersama orang tua nya aka mertua saya di dua minggu kedua. Hal ini berat saya jalani, jujur saja. mengapa? karena saya merasa cukup nyaman jika sudah berada di rumah mama papa saya. Sehingga untuk kembali ke tempat mertua saya, saya lakukan dengan berat hati. Bukan karena alasan saya tidak menyukai untuk tinggal bersama mertua saya, tetapi karena memang saya tidak nyaman jika tidak bersama Suami saya. tapi karena saya merasa ingin adil, maka saya lakukan. meski dengan setengah hati.

Selain karena saya sudah menjalani kehidupan rumah tangga yang menyebabkan saya tidak menjalani ramadhan bersama orang tua secara lengkap dengan adik saya yakni karena adik saya juga melanjutkan studi nya ke surabaya. jadi kadang terasa kurang jika dia belum pulang ke balikpapan. sedangkan jatah liburnya hanya 3 minggu setelah seminggu menjalani ramadhan di surabaya terlebih dahulu. hal ini yang sempat membuat saya menangis miris jika ramadhan tiba. mungkin benar jika saya tidak bisa lepas dari mereka. dan pernikahan itu merenggut semuanya dari saya. ingin mandiri tapi jujur saya tidak bisa. meskipun terkadang saya juga tidak ingin terlalu dianggap manja. *confuse*

dan setelah perpisahan ini, saya baru merasakan berkah yang luar biasa. berkumpul bersama mama papa dan dewi ditambah lagi putri kecilku yang sekarang sudah bisa memanggilku bunda. dua tahun belakangan ini sudah kujalani bersama mereka. menjalani tarawiih dan tadarusan bersama. lewat momen ramadhan ini lah kami menyatukan segala yang kami rasa sempat hilang di tahun-tahun sebelumnya. kembali merekatkan diri dan saling menguatkan. sama-sama mengisi kekosongan dan yang sempat ada luka.

dan akhirnya saya bisa menyimpulkan jika Ramadhan-lah yang menyatukan kami. ^^

dan ramadhan ini adalah ramadhan kedua yang terindah. yang sudah saya nantikan. dan sudah saya persiapkan. Alhamdulillah ya allah, saya masih bisa menjalani semuanya ini bersama mereka yang benar-benar selalu ada buat saya di suka dan duka. Meski masih belum sempurna bakti saya untuk mereka, tapi saya akan selalu jalani semuanya untuk menjadi yang terbaik buat mereka. Insya Allah Berkah.

dan semoga postingan yang juga curcol ini menjadi postingan yang berkah juga.. ^^

Amin..


TAGS ngablogburit family


-

Author

Follow Me

Search

Recent Post